Kemenangan Paris Saint-Germain di Liga Champions memicu kerusuhan. Otoritas keamanan menangkap lebih dari 890 orang di seluruh Prancis. Insiden terjadi setelah perayaan kemenangan beruntun kedua klub asal ibu kota tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaïfi, mengecam keras aksi tersebut. Dalam wawancara dengan Ici Paris, dia menyatakan ketidaksetujuannya. "Kami menentang hal itu. Kami tidak bangga dengan kejadian ini," kata Nasser Al-Khelaïfi.
Pernyataan tersebut disampaikan di Roland-Garros. Saat itu, beberapa pemain seperti Ousmane Dembélé, Désiré Doué, Bradley Barcola, dan Warren Zaïre-Emery membawa trofi kemenangan tahun 2025 dan 2026 ke lapangan Philippe Chatrier.
Nasser Al-Khelaïfi menambahkan bahwa pendukung sejati Paris Saint-Germain tidak akan merusak kota. "Seorang warga Paris yang mendukung klub tidak melakukan hal itu. Kami tidak bangga pada mereka. Ini harus dihentikan," ujarnya tegas.
Sebanyak 225 orang dewasa ditahan di Paris. Pengadilan langsung menjatuhkan hukuman pertama pada hari Senin. Menurut jaksa, banyak pelaku merupakan warga asing yang datang khusus untuk melakukan perusakan dan pencurian.
Nasser Al-Khelaïfi menegaskan bahwa pendukung klub yang sebenarnya adalah orang-orang yang tenang dan cerdas. Dia meminta semua pihak menjaga kota. "Ini kota kita. Kita harus melindunginya, bukan merusaknya. Lindungi citra kota Paris dan Paris Saint-Germain," pungkasnya.