Allez Paris - Vitinha Allez Paris - Vitinha
/home / berita / Rahasia Sukses Pemain Portugal di...
BERITA

Rahasia Sukses Pemain Portugal di PSG: Mengenang Jejak di Akademi

Fasilitas pelatihan talenta muda di akademi sepak bola Portugal

Fasilitas pelatihan talenta muda di akademi sepak bola Portugal

Sebuah siluet putih terlihat di lapangan Seixal saat laga persahabatan tim U17 Benfica akan dimulai. Bocah itu terus mengasah teknik dan tembakan sendirian dengan bolanya. Namanya Lourenço Ramos, adik dari penyerang PSG, Gonçalo Ramos. "Kami punya kualitas berbeda, saya lebih cepat dan lincah. Lebih baik? Mungkin suatu hari nanti. Kakak saya tidak banyak bermain saat kecil. Dia bisa seperti sekarang karena tidak pernah menyerah," ujar remaja 14 tahun tersebut.

Keluarga Ramos menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan berbakat Portugal. Sebelum masuk ke Benfica Campus di Seixal, Gonçalo Ramos dan adiknya menimba ilmu di Centro de formaçao e de treinos (CFT) Faro di wilayah Algarve. Di sinilah tempat penyaringan awal dilakukan. Menurut pengelola, tidak semua anak dirancang untuk level tertinggi. Hanya pemain terbaik yang dikirim untuk mengikuti turnamen bersama tim utama Benfica pada akhir pekan.

Bintang muda PSG lainnya, Joao Neves, juga lahir dari sistem pemantauan Benfica di wilayah selatan. Kedisiplinan tinggi diterapkan sejak dini di akademi ini. "Anda lihat? Semua anak memasukkan baju ke dalam celana, itu adalah warisan Joao Neves," kata Tiago Mendes, kepala CFT Faro. Jika ada anak yang salah memakai warna kaus kaki saat latihan, mereka harus keluar lapangan dan menonton dari tribun.

Dinding kantor pemantauan di Faro memajang foto para alumni yang berhasil menembus tim profesional Benfica. Foto Gonçalo Ramos dan Joao Neves terpajang rapi di sana. Keberhasilan ini tidak lepas dari jaringan luas akademi. Model pusat pelatihan luar daerah ini sekarang ditiru oleh klub rival seperti Sporting Portugal, FC Porto, dan Sporting Braga untuk memperketat pencarian bakat.

Sporting Portugal juga memiliki rekam jejak emas dalam melahirkan pemain kelas dunia. Akademi mereka sukses memproduksi sepuluh pemain yang membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Di dinding akademi Cristiano Ronaldo, sebuah mural besar bertuliskan "Pemain terbaik dunia lahir di sini" terpampang untuk memotivasi para pemain muda agar mengikuti jejak Figo dan CR7.

Sporting Portugal fokus pada identitas dan sejarah panjang mereka untuk bersaing dengan kekuatan finansial Benfica. "Musim ini kami konsisten memainkan lima atau enam pemain akademi di tim utama. Dalam delapan tahun, kami mengorbitkan 43 pemain," ungkap Paulo Gomes, direktur akademi Sporting Portugal. Berdasarkan studi CIES, Benfica memimpin profitabilitas transfer dunia dengan menghasilkan 589 juta euro, sementara Sporting Portugal berada di posisi kelima.

Bek kiri PSG, Nuno Mendes, merupakan salah satu produk terbaik yang diorbitkan oleh Sporting Portugal pada usia 17 tahun. Koordinator pedagogis Aida Ramos mengingat sang pemain dengan penuh kasih sayang karena sering menginap di mess Alcochete. Pihak klub sengaja membiarkan Nuno Mendes tinggal di akademi agar proses perkembangan fisik dan mentalnya terpantau lebih maksimal.

Proses pematangan para pemain Paris Saint-Germain ini bervariasi. Joao Neves sejak awal sudah diprediksi menjadi pemain besar berkat karakter dan etos kerjanya. Sebaliknya, Nuno Mendes mengalami lonjakan performa secara mendadak di akhir masa remaja. Vitinha baru berkembang matang saat usia dewasa, sedangkan Gonçalo Ramos bersinar setelah mengalami pertumbuhan tinggi badan yang pesat dalam beberapa bulan.

Metodologi pelatihan di Portugal terus beradaptasi, bahkan hingga memasukkan unsur seni tari dalam proses pengajaran. Di Seixal, para pemain muda ditempa melalui kompetisi internal bernama "Benfica League". Aturan kompetisi ini melarang pelatih berbicara pada waktu tertentu dan mewajibkan adu penalti di akhir laga. Metode unik ini berhasil membentuk mentalitas baja sehingga Vitinha, Joao Neves, Gonçalo Ramos, dan Nuno Mendes kini menjadi pemain yang adaptif dan tidak pernah takut menghadapi tekanan.

// TOPICS
#psg #portugal #akademi_sepak_bola #benfica #sporting_portugal #liga_prancis
Jurnalis Senior - Spesialis Sepak Bola Prancis & PSG

Salimah Mandasari adalah jurnalis sepak bola senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun meliput perkembangan sepak bola Eropa, khususnya Ligue 1 dan Paris Saint-Germain. Keahliannya dalam menganalisis taktik, performa pemain, dan dinamika transfer menjadikannya rujukan utama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang ingin mengikuti perjalanan Vitinha dan PSG. Telah meliput berbagai pertandingan penting seperti Ligue des Champions, Derby de France, dan wawancara eksklusif dengan para pemain.